Sosial Media
0
News
    Home Bulan Bumi Pembentukan Bulan Sains Simulasi Komputer Teknologi

    ​Bulan Bumi bisa jadi terbentuk hanya dalam waktu 5 jam setelah tabrakan dahsyat

    "Temukan fakta mengejutkan! Simulasi terbaru mengungkap Bulan terbentuk hanya dalam 5 jam setelah tabrakan raksasa."

    2 min read

     

    Pemodelan baru yang dipimpin oleh Southwest Research Institute dengan memperhitungkan kekuatan material menemukan perubahan mendasar tentang bagaimana Bulan terbentuk setelah benturan dahsyat antara objek sebesar Mars dan Bumi. Simulasi yang mengabaikan faktor kekuatan material (atas) menghasilkan piringan puing yang membentuk Bulan seiring berjalannya waktu, sedangkan simulasi yang memperhitungkan kekuatan material (bawah) dapat menghasilkan Bulan yang Utuh secara langsung. Kondisi-kondisi ini secara umum berkaitan dengan planet yang bertabrakan dalam keadaan lebih panas (atas) dan lebih dingin (bawah), yang juga berkorelasi dengan waktu tabrakan yang terjadi lebih awal atau lebih lambat. Kondisi ini turut memengaruhi komposisi kimia Bulan dan Bumi, yang hingga kini masih menjadi pertanyaan terbuka di kalangan komunitas ilmiah. Kredit: Southwest Research Institute
    Sebuah penemuan mengejutkan dalam dunia astronomi mengungkapkan bahwa Bulan mungkin terbentuk jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Melalui simulasi komputer terbaru, para ilmuwan menemukan bahwa satelit alami Bumi ini bisa jadi terbentuk hanya dalam waktu lima jam setelah tabrakan dahsyat antara Bumi dan sebuah protoplanet seukuran Mars.

    Selama ini, teori yang paling diterima adalah Teori Dampak Raksasa, di mana sebuah objek bernama Theia menabrak Bumi sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Namun, model-model sebelumnya menunjukkan bahwa Bulan terbentuk secara bertahap dari piringan puing-puing yang mengorbit Bumi dalam waktu yang cukup lama.

    Simulasi Baru dengan Kekuatan Material

    Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Adeene Denton dari Southwest Research Institute (SwRI) memberikan sudut pandang berbeda. Tim peneliti menggunakan simulasi yang lebih mendetail dengan mempertimbangkan "kekuatan material" dan suhu internal planet saat tabrakan terjadi.

    Dalam studi ini, para ahli menemukan bahwa suhu planet pada saat itu sangat memengaruhi hasil tabrakan. Planet yang lebih hangat cenderung lebih lemah, sementara planet yang sudah mendingin memiliki struktur yang lebih kuat. Jika tabrakan terjadi dengan parameter suhu dan kekuatan tertentu, puing-puing hasil tabrakan tidak hanya membentuk piringan, tetapi langsung menyatu menjadi Bulan yang utuh hanya dalam hitungan jam.

    ​Kondisi akhir dari tiga simulasi pembentukan Bulan yang identik dengan profil suhu awal yang berbeda, dari dingin ke panas: Tsurf ≈ 400 K (baris atas), Tsurf ≈ 800 K (baris tengah), dan Tsurf ≈ 2000 K (baris bawah), dengan memperhitungkan faktor kekuatan material (strength), ditampilkan pada t = 0,5, 5, 12, dan 24 jam. Kredit: The Astrophysical Journal Letters (2026). DOI: 10.3847/2041-8213/ae91e9

    Mengapa Waktu 5 Jam Sangat Penting?

    Hasil simulasi ini menunjukkan bahwa jika Theia dan Bumi berada dalam kondisi suhu yang setara pada saat tabrakan, sebuah Bulan yang utuh dapat muncul hanya dalam waktu sekitar lima jam. Hal ini menantang teori lama yang menyatakan bahwa proses tersebut memakan waktu bertahun-tahun melalui pengumpulan puing secara perlahan.

    Penemuan ini juga membantu para ilmuwan untuk mempersempit perkiraan kapan peristiwa pembentukan Bulan sebenarnya terjadi. Selain itu, model ini memberikan petunjuk mengenai komposisi kimia Bulan yang sangat mirip dengan mantel Bumi, sebuah misteri yang selama ini sulit dijelaskan oleh simulasi tradisional.

    Dampaknya bagi Pencarian Eksoplanet

    Temuan ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang sejarah Bumi, tetapi juga memiliki implikasi besar dalam pencarian "eksomoon" atau bulan di luar tata surya kita. Jika sebuah bulan bisa terbentuk dalam hitungan jam, maka piringan debu di sekitar planet asing mungkin hanya bertahan dalam waktu singkat, sehingga lebih sulit dideteksi oleh teleskop.

    Meskipun masih menyisakan beberapa pertanyaan terkait perbedaan isotop antara Bumi dan Bulan, penelitian yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters ini menjadi langkah besar dalam mengungkap rahasia terdalam dari tetangga terdekat Bumi di luar angkasa.

    Komentar
    Additional JS