Bulan Bumi bisa jadi terbentuk hanya dalam waktu 5 jam setelah tabrakan dahsyat
"Temukan fakta mengejutkan! Simulasi terbaru mengungkap Bulan terbentuk hanya dalam 5 jam setelah tabrakan raksasa."
Selama ini, teori yang paling diterima adalah Teori Dampak Raksasa, di mana sebuah objek bernama Theia menabrak Bumi sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Namun, model-model sebelumnya menunjukkan bahwa Bulan terbentuk secara bertahap dari piringan puing-puing yang mengorbit Bumi dalam waktu yang cukup lama.
Simulasi Baru dengan Kekuatan Material
Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Adeene Denton dari Southwest Research Institute (SwRI) memberikan sudut pandang berbeda. Tim peneliti menggunakan simulasi yang lebih mendetail dengan mempertimbangkan "kekuatan material" dan suhu internal planet saat tabrakan terjadi.
Dalam studi ini, para ahli menemukan bahwa suhu planet pada saat itu sangat memengaruhi hasil tabrakan. Planet yang lebih hangat cenderung lebih lemah, sementara planet yang sudah mendingin memiliki struktur yang lebih kuat. Jika tabrakan terjadi dengan parameter suhu dan kekuatan tertentu, puing-puing hasil tabrakan tidak hanya membentuk piringan, tetapi langsung menyatu menjadi Bulan yang utuh hanya dalam hitungan jam.
Kondisi akhir dari tiga simulasi pembentukan Bulan yang identik dengan profil suhu awal yang berbeda, dari dingin ke panas: Tsurf ≈ 400 K (baris atas), Tsurf ≈ 800 K (baris tengah), dan Tsurf ≈ 2000 K (baris bawah), dengan memperhitungkan faktor kekuatan material (strength), ditampilkan pada t = 0,5, 5, 12, dan 24 jam. Kredit: The Astrophysical Journal Letters (2026). DOI: 10.3847/2041-8213/ae91e9Mengapa Waktu 5 Jam Sangat Penting?
Hasil simulasi ini menunjukkan bahwa jika Theia dan Bumi berada dalam kondisi suhu yang setara pada saat tabrakan, sebuah Bulan yang utuh dapat muncul hanya dalam waktu sekitar lima jam. Hal ini menantang teori lama yang menyatakan bahwa proses tersebut memakan waktu bertahun-tahun melalui pengumpulan puing secara perlahan.
Penemuan ini juga membantu para ilmuwan untuk mempersempit perkiraan kapan peristiwa pembentukan Bulan sebenarnya terjadi. Selain itu, model ini memberikan petunjuk mengenai komposisi kimia Bulan yang sangat mirip dengan mantel Bumi, sebuah misteri yang selama ini sulit dijelaskan oleh simulasi tradisional.
Dampaknya bagi Pencarian Eksoplanet
Temuan ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang sejarah Bumi, tetapi juga memiliki implikasi besar dalam pencarian "eksomoon" atau bulan di luar tata surya kita. Jika sebuah bulan bisa terbentuk dalam hitungan jam, maka piringan debu di sekitar planet asing mungkin hanya bertahan dalam waktu singkat, sehingga lebih sulit dideteksi oleh teleskop.
Meskipun masih menyisakan beberapa pertanyaan terkait perbedaan isotop antara Bumi dan Bulan, penelitian yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters ini menjadi langkah besar dalam mengungkap rahasia terdalam dari tetangga terdekat Bumi di luar angkasa.
